Thursday, May 16, 2013

Laporan Kimia SMPK Santo Yusup Mojokerto


Bab 1
A.    Pendahuluan
Campuran merupakan gabungan dua atau Iebih zat tanpa perbandingan tertentu. Campuran ada yang berupa campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran heterogen merupakan campuran yang masih memiliki batas yang dapat terlihat antara komponen-komponen penyusunnya. Campuran homogen merupakan campuran yang batas antar komponennya tidak terlihat. Campuran homogen dinamakan juga larutan, sedangkan campuran heterogen disebut juga suspense.
B.     Tujuan Percobaan
1.      Mempelajari perubahan materi yang menyangkut perubahan kimia
2.      Mempelajari teknik cara pemisahan dan pemurnian satu atau beberapa zat dari campuran zat
C.     Tujuan (ayat)
Yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. (Daniel 1:4)
D.    Latar Belakang Masalah
1.      Pemindahan campuran dengan filtrasi menggunakan air
2.      Filtrasi menggunakan kopi
3.      Mengetahui zat warna dalam spidol
Bab 2
A.    Pelaksanaan
Hari                                  : Kamis
Tanggal                            : 16 Mei 2013
Waktu                              :
Tempat                             : Lab. IPA SMPK Santo Yusup Mojokerto
B.     Alat dan Bahan
1.      Uji Penyaringan Sederhana

a.       Batu bata
b.      Pasir
c.       Krikil halus
d.      Arang
e.       Kapas
f.       Botol Aqua
g.      Gelas Aqua 6 buah

2.      Uji Filtrasi Kopi
a.       Kopi tanpa gula
3.      Uji Promatografi pemisahan warna

a.       Kertas buram (4cm&10cm)
b.      Spidol
c.       Lidi





C.     Cara kerja
1.      Filtrasi Sederhana (air)
Pasir
 
1. Cuci bersih semua bahan dan keringkan
2.bagian dasar botol air mineral dipotong dengan menggunakan silet,  sehingga botol serupa tabung terbuka
Batu bara
 
3.Tutup botol dibuka, botol dibalik. Bahan-bahan sebagai media penyaring disusun dalam   botol(seperti pada gambar), selapis demi selapis hingga memenuhi botol.

 
kapas
 
4. Tuangkan air kotor pada lapisan teratas, tampung dengan menggunakan wadah yang diletakkan di bawah botol.
Gelas Aqua
 
5.Apabila filtrasi belum bening, ulangi penyaringan sampai bersih
6. Tampung hasil penyaringan menggunakan gelas plastik
7. Bandingkan kondisi fisik air sebelum disaring dengan filtrasi pertama dan filtrasi kedua.

2.      Filtrasi dengan kopi
1.      Siapkan gelas
2.      Taruh kertas buram di atas gelas
3.      Tuang kopi secukupnya
4.      Kita dapat amati sisa ampas dari kopi tersebut
3.      Pemisahan warna spidol
1.      Kertas dipotong persegi panjang, di satu sisi lebarnya dicoret2 dg spidol / tinta (misalnya kita buat gambar titik besar / lingkaran penuh gitu dg spidolnya). 
2.      bagian yg sudah dicoret spidol / tinta itu dicelupkan ke air, sisa kertas saring dibiarkan kering (tidak ikut dicelup semua)
3.      bagian yg kering ini perlu diarahkan memanjang ke atas
4.      airnya merembes pelan2 lewat pori2 kertas dari bagian kertas saring yg tercelup ke bagian yg kering tsb, sambil  membawa zat warna dari spidol/tinta. Kalau spidol/tinta itu komposisinya dari bbrp zat warna, dia bisa terpisah2 pada saat mengikuti rembesan air.
D.    Hasil Pengamatan

Semua berjalan dengan lancar, tidak ada gangguan sedikitpun.
Semua ikut mempraktekkan cara kerja di atas dengan baik.












Bab 3
A.    Kesimpulan
1.      Filtrasi Sederhana
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Proses filtrasi merupakan proses fisik. Dimana filtrasi adalah suatu satuan pengerjaan dimana campuran zat padat dan cair, makanan, suspensi, dispersi, influent atau bubur dipaksakan melewati suatu medium berpori di mana zat padat akan ditahan. Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal di penyaring disebut residu (ampas).
2.      Filtrasi kopi
Campuran dua zat yang memiliki ukuran berbeda dapat dipisahkan dengan teknik penyaringan(filtrasi). Teknik ini membutuhkan alat berpori (penyaring/filter). Di laboratorium biasanya dilakukan dengan kertas saring. Penyaringan ini akan menghasilkan hasil filtrasi(filtrat)yang biasanya bening dan residu (ampas).
3.      Pemisahan warna spidol
Dalam hal ini dapat dilihat perbedaan-perbedaan panjang penguraian komponen warna. Ini terjadi karena perbedaan kemampuan fase gerak (air) membawa zat terlarut (komponen warna) dalam fase diam (kertas kromatografi).Pemisahan komponen-komponen warna ini juga disebabkan oleh perbedaan daya serapnya pada kertas. Disini juga terlihat bahwa komponen-komponen warna akan terpisah satu sama lain berdasarkan daya serapnya pada kertasPercobaan ini membuktikan bahwa sebuah warna mempunyai komponen-komponen warna penyusunnya yang lain. Penguraian warna ini terjadi karean fase tetap cenderung menahan komponen campuran, sedangkan fase bergerak cenderung menghanyutkan. Akibatnya komponen-komponen suatu campuran dapat dipisahkan.














Bab 4
A.    Lampiran
BY: ANDREAS

No comments:

Post a Comment